Gedung DPRD DKI Jakarta./ist
Jakarta, RIC – Persoalan PJLP di lingkungan Sekretariat DPRD DKI yang resah bukan isapan jempol. Adanya langkah pemaksaan dengan memutus kontrak kerja di tengah jalan yang diinginkan fraksi tertentu makin mengarah ke Fraksi PKS.
Sebagaimana dikutip dari harianumum.com, pemutusan kontrak kerja tersebut atas perintah Fraksi PKS.
Guna mendalami masalah ini, upaya konfirmasi dilakukan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Khoiruddin. Menurut staf Khoiruddin, Ketua DPRD sedang menerima tamu dan tidak bisa diganggu, Selasa (8/10/2024),
Sementara itu menurut Mujiyono, penggantian PJLP bisa saja dilakukan. “Sekarang pertanyaannya, PJLP ini bawaan anggota dewan bukan? Jika iya, ya lumrah jika diganti,” kata Mujiyono, anggota DPRD DKI inkumben ini.
Saat diinformasikan penggantian PJLP ini sampai lebih dari 30 orang ini, Mujiyono mengatakan, tidak elok jika penggantian sebanyak itu. “Jangan boronganlah,” tegas Mujiyono.
PKS Ganas
Sementara suara – suara dari para tenaga PJLP pun kian santer dalam kesunyian. Kenapa? Mereka menyadari tidak bisa bersuara nyaring.
Seperti diceritakan seorang PJLP, apa yang sedang dilakukan Fraksi PKS bukan tidak diketahui. Sejak awal penetapan pemenang Pileg 2024 oleh KPU DKI, agenda memasukan orang – orang PKS lewat jalur PJLP sudah didengar.
Saat ini saja sudah ada kabar, paling tidak bukan 50 orang lagi tapi sudah ke angka 60 orang.
“Seyogyanya sebagai politisi, Fraksi PKS bisa meniru apa yang telah dilakukan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi,” ujar tenaga PJLP ini.
Menurut dia, kala itu, kebijakan Ketua DPRD DKI bukan mengganti atau menggusur tenaga PJLP lama tapi menambah. Penambahan juga tidak sampai 50 sampai 60 orang.
“Jangan sampai PKS ini dicap orang – orang yang berwajah malaikat tapi ganas dan jahat,” tandas dia.*man