Jenazah Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto melintas di depan Monumen TMP Kalibata, Minggu (19/4/2026). *ric/kirman
Jakarta, RIC — TNI Angkatan Laut (AL) berduka. Tentara Matra Laut kehilangan putra terbaik, Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto dan Laksamana Madya TNI (Purn) Bambang Suharto.
Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto, meninggal pada Sabtu (18/4/2026), di RSPAD karena sakit. Pria berusia 79 itu dikebumikan di TMP Kalibata pada Minggu (19/4/2026).
Pun demikian, Laksma TNI (Purn) Bambang Suharto meninggal pada hari yang sama dan keduanya dikebumikan di tempat yang sama, TMP Kalibata, pada hari yang sama juga, Minggu (19/4/2026).
Dalam prosesi itu dilakukan secara militer dan dipimpin Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi. Tidak kurang dari 2 Kompi pasukan Marinir dikerahkan sejak pagi hingga prosesi selesai.
Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga almarhum. Tidak hanya itu, sejumlah rekan sejawat almarhum dari ketiga Matra, para senior dan junior serta rekan diskusi dari pelbagai elemen termasuk Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah, mengantar almarhum ke pembaringan terkahir.
Letjen TNI Marinir (Purn ) Suharto pernah menjabat sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar) pada 1996-1999. Ia adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1969.
Sebelum menjabat sebagai Dankormar, ia pernah menduduki posisi Gubernur AAL pada 1995-1996.
Terakhir, ia menduduki posisi sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan dan Keamanan pada 1999.
Ziarah Makam Adam Malik

Sementara itu, kesempatan menghadiri pemakaman almarhum Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto, Amir Hamzah pun meluangkan waktu berziarah ke makam almarhum Haji Adam Malik.
Makam almarhum di berada di Blok M pemakaman TMP Kalibata bersama dengan beberapa pahlawan nasional dan para pejuang tak dikenal.
Dalam kesempatan itu, Amir Hamzah yang mengakui Haji Adam Malik adalah gurunya. Pria yang menjadi Staf Khusus Adam Malik ini berdo’a di atas pusaranya. *man