Dari kiri ke kanan: Achmad Fachrudin, Farizal Marlius, Prof. Dede Rosada, Syaichul Basar dan Nasrullah MS. *Ist
BERAWAL dari pertemuan sederhana, ‘ngopi’, atau ngobrol santai sejumlah alumni Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) yang telah berusia kepala enam atau biasa disebut manusia lanjut usia (lansia). Diantara yang aktif ‘ngopi’ bareng adalah Prof Dede Rosada, Farizal Marlius, Syaichul Basar, Nasrullah MS dan Achmad Fachrudin. Dari berbagai pertemuan tersebut muncul inspirasi melahirkan gerakan sosial yang bertujuan memuliakan dan membahagiakan lansia lahir dan batin.
Biasanya pertemuan ringan dilakukan secara nomaden: dari satu resto atau kafe ke kafe lain sekitar kawasan Tangerang Selatan dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Paling sering pertemuan yang sudah berlangsung sejak 2025-an di Kafe Kopi Tarik Edwin. Terletak di Jalan Adiyaksa Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Pilihan di kafe milik seorang komedian ternama ini, karena tempatnya nyaman dan kondusif untuk kongko-kongko para lansia.
Dalam setiap pertemuan, berbagai persoalan lansia menjadi bahan pembicaraan hangat. Mulai dari kesehatan fisik, kesehatan mental, kebutuhan spiritual, kesepian akibat berkurangnya aktivitas sosial, hingga keinginan untuk tetap produktif dan bermanfaat. Kesamaan pemikiran tersebut menumbuhkan rasa empati dan semangat untuk saling membantu satu sama lain, khususnya kaum lansia.
Dari seringnya ‘ngopi bareng’ akhirnya lahir semacam credo atau bisa disebut juga dengan jargon bahwa “masa lanjut usia bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk memperbanyak amal, memperluas silaturahmi, meningkatkan kualitas ibadah, dan sebagainya”. Intinya para lansia tersebut berkomitmen untuk hidup lebih bermakna, dan bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, grup ngupi itu tidak lagi sekadar menjadi tempat bercengkerama atau percakapan ringan. Melainkan berkembang untuk dapat berbuat secara lebih serius, empirik dan konkret. Hingga muncul gagasan dan keinginan membentuk suatu wadah berhimpun yakni: Yayasan Lansia Husnul Khotimah (YLKH). Namun saat ini nama wadah tersebut masih berbentuk forum yang disebut: Forum Lansia Husnul Khotimah (FLHK) dengan Ketua Prof Dede Rosada yang juga mantan Rektor Uiversiras Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Nama FLHK dipilih karena mencerminkan harapan seluruh inisiatornya untuk menjalani masa tua dengan penuh keberkahan serta kebahagiaan dengan memperbanyak amal saleh bagi orang lain, serta menutup kehidupan dengan akhir yang baik (husnul khotimah). Forum ini diharapkan menjadi rumah bersama bagi para lansia yang ingin berkah, bahagia, tetap aktif, sehat dan bermakna serta mengakhiri kehidupan yang fana ini dengan husnul khotimah.
Sekurangnya terdapat tiga kegiatan utama forum ini. Pertama, bidang pengkajian dan penelitian. Diantara kegiatannya melakukan kajian lansia berbasis Qur’ani, pengembangan kurikulum dan modul pembinaan rohani lansia dan digital research and data center. Kedua, pengajian dan bimbingan rohani. Dengan kegiatan antara lain ngaji lansia, layanan konseling dan pendampingan spiritual, pesantren dan wisata ruhani lansia. Ketiga, pemberdayaan sosial dan ekonomi, serta pemeliharaan kesehatan.
Kehadiran forum ini menjadi bukti bahwa ide-ide mulya dan segar tidak selalu hadir dari institusi akademis dan forum/ruang seminar ilmiah yang kerap padat dengan beragai teori, melainkan bisa saja lahir dari ruang-ruang sederhana. Secangkir kopi, obrolan ringan dan niat tulus untuk berbuat kebaikan telah melahirkan sebuah gerakan sosial yang bertujuan memuliakan lansia. Dari kebersamaan yang sederhana tumbuh komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama.

Kini, forum terus menggeliat dengan mempersiapkan sarana dan prasarana, desain pengajian dan bimbingan rohani beserta modul-modulnya. Bersamaan itu, forum menjajaki kemungkinan kerjasama dengan para tokoh, ulama, pengusaha dan sebagainya yang mempunyai kesamaan visi dan misi. Salah satunya dengan Ir Haryono Eddyarto —Pemilik The The CEO Building— yang berlokasi di Jalan Simatupang, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan dengan FLHK, Senin (8/6/2026), Haryono membuka peluang kerjasama dalam melakukan penguatan spiritual kaum lansia.*
*Abah, inisiator FLHK