Jakarta, RIC — Banyak rumah warga di wilayah Jakarta Pusat tidak layak huni. Karena itu, salah satu program yang menjadi perhatian adalah melakukan bedah rumah tidak layak huni agar warga bisa nyaman menempatinya. Walikota kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan hal ini kepada realitasindonesia.com, Selasa (8/9/2026), di sela-sela rapat kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta dengan […]
Jakarta, RIC — Banyak rumah warga di wilayah Jakarta Pusat tidak layak huni. Karena itu, salah satu program yang menjadi perhatian adalah melakukan bedah rumah tidak layak huni agar warga bisa nyaman menempatinya.
Walikota kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan hal ini kepada realitasindonesia.com, Selasa (8/9/2026), di sela-sela rapat kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta dengan eksekutif di gedung DPRD DKI Jakarta.
Menurut Arifin, saat ini sebanyak 60 rumah yang sudah dibedah dan pihaknya terus mendata rumah – rumah yang tidak layak huni untuk diperbaiki atau dibedah. “Bedah rumah tidak layak huni menjadi salah satu fokus program Pemerintah Jakarta Pusat,” ujar Atifin.
Sementara Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, dalam rapat kerja dengan mitra eksekutif, Selasa (8/9/2026), meminta eksekutif untuk benar- benar memperhatikan RT – RW kumuh di Jakarta.
Tidak hanya itu. Inggard juga menyinggung soal sampah yang harus memerlukan perhatian sungguh-sungguh. Apalagi selalu bicara Kota Global karena itu RT – RW kumuh dan sampah harus serius jadi perhatian. Masalah RT – RW kumuh sudah sering menjadi sorotan Inggard dalam rapat kerja dengan esekutif.
Sementara itu pengamatan realitasindonesia.com yang tidak kalah mendesaknya untuk menjadi perhatian adalah ketertiban. Jalan dan trotoar jadi tempat dagang. Parkir seenaknya di trotoar. Hal ini terjadi di depan mata dan setiap hari bisa dilihat di jalan – jalan dan trotoar. Tetapi semua itu, seakan berlalu begitu. Di sisi lain, selalu terdengar nyaring Jakarta menuju Kota Global. Apanya yang global. Aneh tetapi nyata. (as)