Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah. *ric/dok
Jakarta, RIC — Kunjungan kerja (kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta ke daerah-daerah yang dilakukan hampir setiap bulan perlu dievaluasi. Apa lagi, ada macam -macam kunker: kunker komisi dan juga ada kunker badan.
Sebagai wakil rakyat harus berani dan jujur mengintrospeksi dan mengkritisi dengan melihat apa manfaatnya kunker ke daerah-daerah. Apa yang diperoleh dari daerah untuk Jakarta dengan kunjungan kerja yang menghabiskan uang rakyat.
Dan, lebih dari itu, apa ada manfaat dari kunker itu yang diterapkan di Jakarta? Atau kunker ke daerah-daerah hanya menghabiskan anggaran dan tidak banyak berguna buat warga Jakarta?
Hal ini dikemukakan Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah kepada realitasindonesia.com, Jumat (27/3/2026), terkait kunker yang dilakukan DPRD DKI Jakarta selama ini.
Bagi Amir, sebagai wakil rakyat harus menyadari bahwa anggaran yang dipakai untuk kunker adalah uang rakyat. Karena itu harus benar-benar bermanfaat bagi rakyat, buat warga Jakarta.
Dan, kata Amir, ini bukan soal suka atau tidak suka terhadap kunker DPRD ke daerah – daerah. Ini menyangkut kepentingan rakyat Jakarta dan keberadaan DPRD selaku wakil rakyat.
Karena itu, kata Amir, pertanyaannya, apa ada manfaatnya buat rakyat Jakarta? Jawabannya sederhana, hanya memerlukan keberanian dan kejujuran moral dari para wakil rakyat DKI Jakarta untuk merefkeksikan agar uang rakyat jangan sia-sia di tengah rakyat Jakarta banyak yang susah, miskin dan tidak berdaya.
Banyak warga yang hidup di tengah pemukiman kumuh. Banyak warga miskin tidak berdaya. Bila anggaran kunker lebih pas, lebih bermafaat dipakai untuk kepentingan, apa salahnya kunker dievaluasi.
Kalau pun kunker benar-benar diperlukan, kata Amir, rasanya tidak harus terus menerus. Pilihlah daerah yang benar- benar perlu dikunjungi, bagaimana daerahnya, bukan kota kabupaten atau provinsi agar bisa memahami bagaimana Indonesia dilihat dari daerah pinggiran atau pedalaman.
Karena sejauh ini, kunker yang dilaksanakan, tidak berlebihan bila dikatakan, tidak banyak bermanfaat buat rakyat Jakarta, termasuk pengetahuan tentang daerah-daerah pinggiran atau pedalaman.
Karena itu, kata Amir, tidak berlebihan, evaluasi kunker suatu keharusan kalau memang peduli terhadap kepentingan rakyat Jakarta, peduli terhadap Indonesia. (as)