Gedung DPRD DKI Jakarta. *Ist
Jakarta, RIC — Dalam beberapa terakhir ini, Sekretariat DPRD DKI, lebih khusus diarahkan kepada Sekretaris Dewan Augustinus dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoiruddin. Sorotan kepada dua pejabat tersebut terkait surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait permintaan penggantian pejabat Sekwan DPRD DKI Jakarta.
Kabar yang diterima realitasindonesia.com, akibat surat tersebut Khoiruddin dibully semua anggota DPRD DKI Jakarta. Sementara, pejabat yang menjadi obyek dalam surat itu sepertinya adem ayem saja.
Apakah benar demikian?
Menurut kabar yang diterima realitasindonesia.com, bisa dikatakan, surat yang menjadi sorotan masyarakat bukan inisitif Ketua DPRD DKI, Khoiruddin.
“Surat itu dikonsep sendiri oleh pejabat terkait,” ujar sumber yang tidak mau dicatumkan namanya.
Konsep surat itu, lanjutnya, juga mencantumkan ke mana pejabat Sekwan itu mau berlabuh.
Tidak ketinggalan juga, Sekwan DPRD DKI juga membuat surat yang diduga kuat berisi nama yang disiapkan untuk menggantikan dirinya.
Kedua surat itu ditandatangani Ketua DPRD DKI dan diserahkan ke Gubernur.
Semua kegaduhan ini, dikatakan sumber, hasil rekayasa pejabat Setwan DPRD DKI.
Terkait hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah menyatakan, apa yang diduga kuat dilakukan Sekwan DPRD DKI harus menjadi catatan penting Gubernur, Sekda Asisten Pemerintahan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Lalu, masih kata Amir, jika Ketua DPRD DKI Jakarta tidak membuat surat permintaan itu secara langsung, alangkah lebih baik membuat pernyataan resmi.
“Paling tidak sebagai bantahan tidak ikut terlibat dalam rekayasa permintaan pergantian pejabat Sekwan DPRD DKI Jakarta,” tandas Amir.
Guna mengkonfirmasi perihal tersebut, realitasindonesia.com, meminta konfirmasi lewat media sosial telegram, namun hingga berita ini diturunkan tidak ditanggapi. *man