Acara pembukaan dan pelepasan peserta Kuliah Khidmah Mahasiswa Kamis (12/2), di kampus Universitas UPTIQ.*ist
Jakarta, RIC — Pada Ramadhan 1447 H, Fakultas Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam (FDK) Universitas PTIQ (UPTIQ) Jakarta menerjunkan tidak kurang dari 140 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Khidmah Mahasiswa (KKM). Pada kegiatan KKM, mahasiswa akan melakukan pengabdian masyarakat di sejumlah institusi sosial, pendidikan dan keagamaan, khususnya se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Acara pembukaan KKM dilakukan pada Kamis (12/2/2026), di kampus Universitas UPTIQ Jakarta. Dihadiri Dekan FDK UPTIQ Dr Topikurohman Bedawi MA, Ketua Program Studi (Prodi) Komunikasi Islam (KPI) Achmad Fachrudin, Ketua Prodi Manajemen Dakwah (MD) Dr Nanang Kuswara MA dan sejumlah dosen pembimbing. Diantaranya Dr M Ibtissam Han, Wahab Nur Kadir dan Yasser Muda Lubis. Serta para mahasiswa peserta KKM baik yang hadir secara offline maupun online.
Pada acara tersebut, para mahasiswa diberikan pembekalan oleh Pimpinan Fakultas Dakwah UPTIQ mengenai arah, kebijakan, program serta tata tertib yang harus dilakukan selama KKM. Dekan Fakultas FDK UPTQ Dr Topikurohman MA mengatakan, fokus kegiatan KKM adalah pengabdian masyarakat. Untuk itu, peserta KKM diminta mempersiapkan diri dan programnya sebaik mungkin agar pengabdian masyarakat yang dilakukan berkualitas dan beroleh manfaat maksimal.
Ketua Prodi MD UPTIQ Dr Nanang Kuswara MM meminta mahasiswa untuk menjadikan KKM sebagai ikhtiar peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai serta perilaku. Sedangkan Ketua Prodi KPI UPTIQ Achmad Fachrudin mendorong mahasiswa untuk menjadikan KKM tidak sekadar kewajiban akademik, melainkan juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang menjadi sasaran KKM.
Dosen pembimbing M Ibtissam Han dan Wahab Nur Kadri menjelaskan, sebanyak 140 mahasiswa peserta KKM dibagi ke dalam 39 kelompok. Pada masing-masing kelompok, terdapat seorang dosen pembimbing. Pasca KKM, peserta wajib menyusun dan menyampaikan laporan secara tertulis ke fakultas. Ibtissam dan Wahab mendorong agar laporan hasil KKM ditulis dan dimuat pada jurnal terakreditasi. “Jika artikelnya dapat menembus SINTA 2, bisa dijadikan sebagai pengganti skripsi,” tandas dosen muda FDK UPTIQ tersebut. (abah/man)