Jakarta, RIC – Guru honorer di DKI Jakarta yang berjumlah 4.127 orang akan mengikuti seleksi guna memperoleh status sebagai Kontrak Kerja Individu (KKI), pada akhir Agustus 2024 karena untuk mendapatkan KKI, tidak otomatis, mereka harus mengikuti seleksi. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaludin kepada realitasindonesia.com, Sabtu (10/8/2024), sebelum Rapat Kerja […]
Jakarta, RIC – Guru honorer di DKI Jakarta yang berjumlah 4.127 orang akan mengikuti seleksi guna memperoleh status sebagai Kontrak Kerja Individu (KKI), pada akhir Agustus 2024 karena untuk mendapatkan KKI, tidak otomatis, mereka harus mengikuti seleksi.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaludin kepada realitasindonesia.com, Sabtu (10/8/2024), sebelum Rapat Kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta.
Menurut Budi, yang juga Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, dari jumlah guru honorer yang mengikuti seleksi, sebanyak 2.654 orang akan diangkat menjadi guru dengan posisi atau status KKI di sekolah-sekolah umum.
Sedang 50 orang sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Mereka pun menyandang posisi yang sama yakni KKI. Sedang lebih dari 300 orang akan ditempatkan sebagai tenaga pendidikan antara lain, pegawai administrasi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono menegaskan, tidak semua guru honorer dengan sendirinya diangkat.
Penegasan Joko dikemukakan kepada realitasindonesia.com, di sela-sela Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta tentang Pertanggungjawaban Pj Gubernur DKI Jakarta mengenai Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 dan Perubahan APBD 2024, Selasa (6/8/2024).
Perlunya para guru honorer mengikuti tes untuk mendapatkan guru yang berkualitas. Dengan guru- guru berkualitas diharapkan mendidik anak- anak menjadi siswa berkualitas. “Mereka tidak langsung diangkat, harus mengikuti seleksi dulu,” tegas Joko. (as)