Gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang NTT dan berpotensi tsunami ke NTB dan Sulawesi Selatan. Gempa juga menghancurkan sejumlah bangunan. *foto:cnbcindonesia
Jakarta, RIC — Gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang NTT. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah Timur Laut Nagegeo, Nusa Tenggara Timur. Gempa ini menelan korban jiwa. Satu warga meninggal dunia dan dua lainnya terluka setelah tertimpa reruntuhan bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Kabupaten Sikka.
Ketiga korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dan langsung dibawa ke RSUD T.C. Hillers Maumere. Korban meninggal dunia diketahui bernama Meliana Nenong (54).
Akibat guncangan gempa tersebut merusak sejumlah bangunan di bandara, pelabuhan dan tempat lainnya.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah bangunan di kawasan pelabuhan roboh saat gempa mengguncang. “Tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka,” kata Edy di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Gempa berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan menimbulkan kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas publik.
Kerusakan dilaporkan terjadi di Maumere, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo. Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Labuan Bajo juga dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan tingkat guncangan di sejumlah wilayah mencapai IV-V MMI, sedangkan di beberapa lokasi seperti Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo mencapai VI-VII MMI.
“Ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI,” ujar Teguh.
Situasi belum sepenuhnya aman. BMKG mencatat 37 gempa susulan hingga pukul 07.07 WIB, dengan magnitudo berkisar 3,6 hingga 6,2.
Gempa susulan terkuat mencapai M 6,2. Warga diminta tidak kembali ke bangunan yang mengalami keretakan atau berpotensi roboh.
“Menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,” kata BMKG.
Dampak gempa juga terasa di semua sektor. Satu di antaranya Bandara Frans Sales Lega Ruteng mengalami kerusakan pada bagian atap terminal. Sejumlah panel atap dan genting terlepas, sementara beberapa bagian dinding mengalami retakan.
Guna memastikan keselamatan, operasional penerbangan di bandara tersebut dihentikan sementara. Tim teknis melakukan pemeriksaan terhadap struktur bangunan, instalasi listrik, hingga perangkat navigasi.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Frans Sales Lega Punto Widaksono mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan penerbangan kembali normal. “Kami belum bisa memastikan kapan operasi kembali normal sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar,” ujarnya.
Sebelumnya, Berdasarkan rilis BMKG, hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dengan tingkat status ancaman:
SIAGA (0.5 – 3 meter) terjadi di wilayah:
– PROVINSI NUSA TENGARA TIMUR, dengan perkiraan waktu tiba di: 1. Manggarai Bagian Utara, pukul 05:02 WIB; 2. Ngada Bagian Utara, pukul 05:02 WIB; 3. Ende, pukul 05:05 WIB; 4. Flores Timur, pukul 05:15 WIB.
– PROVINSI SULAWESI SELATAN, dengan perkiraan waktu tiba di: 1. Jeneponto, pukul 05:13 WIB.
B. WASPADA (<0.5 meter) terjadi di wilayah:
– PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, dengan perkiraan waktu tiba di: 1. Flores Timur, pukul 05:15 WIB
– PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT, dengan perkiraan waktu tiba di; 1. Bima, pukul 05:12 WIB; 2. Dompu, pukul 05:19 WIB.
– PROVINSI SULAWESI SELATAN, dengan perkiraan waktu tiba di: 1. Wajo, pukul 06:01 WIB.
Berdasarkan SOP yang berlaku, BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami kepada stakeholder dan masyarakat.
Peringatan Dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05:00:39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi.
Peringatan Dini 2 telah diterbitkan pada pukul 05:09:56 WIB atau 11 menit 33 detik setelah gempa bumi.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
VII MMI (Tiap-Tiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan kontruksi baik) di Aesesa, Nagekeo; Riung, Ngada; Kota Mbay.
VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar) di Wolowae, Nagekeo; Kota Bajawa.
V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Ende; Kota Borong; Kota Ruteng.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Terkait peristiwa tersebut, BMKG mengimbau kepada masyarakat: Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Melakukan evakuasi bagi yang berada di wilayah dengan status “AWAS” dan “SIAGA”
Menjauhi pantai dan tepian sungai bagi yang berada di wilayah dengan status “WASPADA”
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg. *dbs/man