Peserta yang hadir secara offline di acara munajat haji Bawaslu RI di kantor Bawaslu Jakarta Barat. *Ist
Jakarta, RIC — Bawaslu RI menggelar acara munajat haji atau doa khusus bagi para Jemaah haji yang pada tahun ini menjadi ‘tamu-tamu’ Allah ke Mekkah Al-Mukarromah. Kegiatan munajat haji dilaksanakan di kantor Bawaslu Jakarta Barat Barat, Rabu (13/5/2026). Dihadiri secara online dari tanah suci Mekkah oleh anggota Bawaslu RI Dr Puadi MPd serta sejumlah anggota Bawaslu se-Indonesia dan anggota Bawaslu Jabodetabek serta staf Bawaslu RI secara offline.
Pelaksanaan haji tahun ini bagi keluarga besar Bawaslu mempunyai makna khusus karena terdapat 8 orang anggota Bawaslu dari sejumlah provinsi di Indonesia menunaikan ibadah haji. Dari jamaah sebanyak itu, diantaranya terdapat anggota Bawaslu RI Dr Puadi, istri (Siti Nur Subhani) dan putrinya yang tengah menempuh studi di Jepang (Futi Thurfah Nada).
Acara munajat haji dipandu Tenaga Ahli Bawaslu RI Moh. Sito Anang diisi dengan sejumlah acara. Diantaranya pemberian santunan bagi anak/murid tidak mampu, pembacaan tahlil dipimpin Abdul Roup (anggota Bawaslu Jakarta Barat), kuliah tujuh (kultum) menit oleh Azmi Oktafiano (putra Dr Puadi). Adapun tausiyah disampaikan Achmad Fachrudin (mantan anggota Bawaslu DKI).
Acara munajat haji makin khidmat dan penuh kesyukuran kepada Allah SWT karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun perkawinan ke-21 Dr Puadi dengan Siti Nur Subhani. Dalam kesempatan itu, Siti Nur Subhani yang biasa disapa Kak Uci serta kedua putra-putrinya (Futi dan Okta) menyampaikan testimoni. Intinya menyebutkan berbahagia menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah (Samawa) serta berharap langgeng hingga akhir hayat.
Anggota Bawaslu RI Dr Puadi dari tanah suci Mekkah mengatakan, acara munajat haji ini digelar sebagai ekspresi rasa syukur, ajang silaturahmi dan konsolidasi jajaran Bawaslu. Secara khusus acara ini guna mengambil momentum dan hikmah dari ibadah haji serta perayaan Idul Adha. “Melalui acara ini, diharapkan terwujud konsolidasi organisasi secara komprehensif berbasis pada nilai-nilai spiritualitas,” ujar mantan anggota Bawaslu DKI tersebut.
Achmad Fachrudin, yang biasa disapa Abah, dalam tausiyahnya antara lain mengatakan, ibadah haji mengandung multi dimensional: fisik dan non fisik. Kaya dengan simbol, ritual, filosofi, historis serta nila-nilai integritas, kejuangan, keikhlasan, pengorbanan dan sebagainya. Manakala nilai-nilai tersebut mewarnai mindset dan perilaku jajaran Pengawas Pemilu, menurutnya, akan berkontribusi besar guna mewujudkan Pengawas Pemilu yang profesional dan berintegritas. *abah/man