Amir Hamzah, Pengamat Intelijen dan Geopolitik, minta Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan kabinetnya dari koruptor dan pengaruh mantan Presiden Joko Widodo, dalam Diskusi bertema:Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?” digelar pada Kamis (7/5/2026). *ric/kirman
Jakarta, RIC — Wacana pemakzulan, baik kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ataupun keduanya, terus digulirkan sejumlah aktivis dan elemen masyarakat lainnya. Terhadap wacana tersebut, Diskusi publik dengan tajuk “Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?” digelar pada Kamis (7/5/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah isu nasional mengemuka mulai dari wacana pemakzulan, evaluasi kabinet, hingga kritik terhadap relasi DPR dan pemerintah.
Satu diantara lima pembicara, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menegaskan pemakzulan merupakan bagian dari mekanisme konstitusi yang diatur dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
“Pemakzulan itu konstitusi. Prabowo sendiri menyatakan pemakzulan itu konstitusi. Wacana pemakzulan dan prosedurnya memang ada,” ujar Amir Hamzah dalam diskusi tersebut.
Amir mengibaratkan dinamika politik nasional saat ini seperti pilihan antara mengikuti irama lama atau menciptakan arah baru. “Kita mau menari lagi atau bikin lagu sendiri,” kata Amir.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti harapan publik terhadap perombakan kabinet atau reshuffle pemerintahan Prabowo Subianto.
“Reshuffle diharapkan rakyat. Kabinet harus bersih dari koruptor. Kabinet harus bersih dari pengaruh Jokowi,” ujarnya lagi.
Ia menilai kritik yang disampaikan berbagai kelompok masyarakat seharusnya dipandang sebagai bentuk early warning bagi pemerintah.
“Kita secara sistematis memberikan kontribusi early warning ke Prabowo,” katanya.
Amir Hamzah turut menyinggung program MBG yang menurutnya perlu evaluasi menyeluruh. “MBG kurang bagus. Kepala MBG harus diganti,” ucapnya.
Selain itu, ia mengkritik hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif yang dianggap terlalu dekat. “DPR filial eksekutif. Eksekutif filial DPR,” sindirnya.
Dalam forum tersebut, Amir juga mendorong Presiden Prabowo lebih aktif berdialog dengan masyarakat, khususnya umat Islam. “Mari berdialog Pak Prabowo,” katanya.
Ia bahkan menyinggung pernyataan Presiden Prabowo terkait komitmen memburu koruptor hingga ke Antartika.
“Prabowo menyatakan memburu koruptor sampai Antartika. Harus ditegur, Prabowo kirim jaksa, polisi dan KPK untuk memburu koruptor ke Antartika,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Amir Hamzah menyarankan agar Presiden Prabowo lebih sering turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan keagamaan. “Prabowo harus keliling salat Jumat untuk mendapatkan dukungan umat Islam,” pungkas Amir. *man