Ribuan prajurit TNI melakukan Latihan Militer di dua daerah yakni Morowali dan Bangka Belitung. Latihan TNI ini merupakan psy war terhadap para pelaku tambangh ilegal yang didominasi para pengusaha asal Cina. *ist
Jakarta, RIC – TNI mengadakan latihan militer di dua daerah yang menjadi sorotan nasional maupun internasional. Dua daerah itu adalah Morowali dan Bangka Belitung.
Daerah Morowali merupakan daerah penghasil nikel dan perusahaan asal Cina mendominasi di sana. Pun demikian dengan para pekerja tambang didominasi warga Cina yang ditengarai merupakan pasukan militer Cina.
Sementara Bangka Belitung merupakan penghasil timah dan berhadapan dengan Kepulauan Natuna. Kawasan Natuna dan Laut Cina Selatan diklaim masuk wilayah Cina.
Keberadaan Cina di sana, baik sebagai pengusaha dan pekerja, menjadikan dua daerah itu menjadi sorotan masyarakat kita dan dunia internasional.
Terkait dengan latihan tersebut, Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai rangkaian latihan militer TNI di Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bangka Belitung (Babel) bukan sekadar kegiatan rutin. Langkah ini sebagai operasi psy war (perang psikologis) yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin terhadap mafia tambang ilegal berbasis Cina yang telah lama beroperasi di dua kawasan strategis tersebut.
Menurut Amir Hamzah, Morowali selama ini menjadi episentrum industri nikel yang didominasi perusahaan-perusahaan Cina. Namun di balik aktivitas ekonomi tersebut, ia menilai terdapat problem serius terkait kedaulatan negara.
Salah satu isu paling sensitif adalah keberadaan bandara khusus milik korporasi besar Cina yang beroperasi tanpa melalui standar imigrasi Indonesia. Kondisi semacam itu merupakan bentuk soft occupation yang memotong kendali negara atas arus manusia dan barang yang masuk ke wilayah strategis.
“Morowali punya bandara sendiri yang tidak diawasi imigrasi. Ini sangat merusak kedaulatan Indonesia. Tidak boleh ada wilayah yang menjadi ‘negara dalam negara’,” kata Amir kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Ia menilai kekesalan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin soal bandara tersebut sangat wajar. Menurutnya, Sjafrie kemungkinan besar akan mendorong penutupan sementara bandara itu untuk audit keamanan dan kepatuhan.
Latihan militer yang digelar TNI di Morowali disebut Amir sebagai pernyataan tegas pemerintah tidak akan mentoleransi zona abu-abu di sektor tambang. Kehadiran pasukan di Morowali sekaligus menjadi pesan langsung kepada jaringan mafia tambang yang dinilai kuat, terstruktur dan terkait kepentingan asing.
Selain Morowali, Babel juga menjadi titik krusial. Tambang timah di provinsi itu sejak lama dikaitkan dengan praktik ilegal yang melibatkan jaringan internasional, termasuk kepentingan bisnis Cina.
Menurut Amir, latihan militer di Babel memiliki efek ganda: 1. Penertiban dan tekanan psikologis terhadap jaringan tambang timah illegal yang selama ini sulit disentuh secara menyeluruh karena melibatkan aktor-aktor politik dan ekonomi lokal. 2, Penegasan posisi Indonesia di jalur strategis dekat Laut Cina Selatan, wilayah yang rawan ketegangan geopolitik.
“Tambang timah ilegal di Babel sebagian besar dikuasai kepentingan China. Latihan TNI ini pesan kuat: negara sedang mengambil alih kendali penuh,” tegas Amir.
Ia menilai Babel memiliki nilai geostrategis yang kerap diremehkan. Lokasinya berada di jalur pelayaran internasional, dekat lintasan kapal-kapal dari Laut Cina Selatan menuju Selat Sunda. Karena itu, setiap aktivitas militer Indonesia di wilayah ini otomatis memiliki nilai geopolitik internasional.
Amir menyebut strategi ini selaras dengan gaya kepemimpinan Prabowo Subianto. Dalam doktrin intelijen, psy war sering dipakai untuk:
- Mengguncang kepercayaan diri lawan tanpa tembakan.
- Mengontrol ruang psikologis sebelum masuk ke operasi penegakan hukum.
- Mengirim sinyal kekuasaan kepada aktor ilegal yang bertindak sebagai entitas “negara dalam negara”
Prabowo, melalui Menhan Sjafrie, disebut Amir sedang menegaskan:
– Tidak boleh ada zona ekonomi yang dikendalikan asing tanpa batas.
– Setiap operasi bisnis yang menabrak kedaulatan bisa berhadapan langsung dengan kekuatan negara.
– Indonesia memasuki era di mana sektor sumber daya alam menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional.
Amir menegaskan psy war ini bukan ditujukan kepada negara Cina secara resmi, tetapi kepada jaringan mafia tambang yang memakai kedok kerja sama ekonomi.
Namun ia mengakui Beijing pasti memahami sinyal tersebut. Latihan militer di dua wilayah yang sensitif —nikel di Morowali dan timah di Babel— merupakan cara Indonesia menunjukkan:
– Pemerintah sadar akan penguasaan sumber daya strategis oleh aktor asing.
– Indonesia tak lagi ingin menjadi “penonton” ketika SDA-nya dieksploitasi tanpa kendali.
– Negara siap mengerahkan komponen kekuatan nasional, termasuk TNI, untuk melindungi kepentingan strategis.
Menurut Amir Hamzah, rangkaian latihan TNI di Morowali dan Babel merupakan operasi intelijen-strategis yang dibungkus latihan militer dengan tujuan mengguncang dan menekan jaringan mafia tambang ilegal yang terkait Cina.
Tindakan ini juga menjadi pembuka menuju:
– Audit penuh terhadap bandara khusus di Morowali,
– Penertiban tambang timah ilegal di Babel,
– Reposisi Indonesia dalam percaturan geopolitik sumber daya alam kawasan Indo-Pasifik.
“Ini baru awal,” kata Amir. “Psy war ini adalah pesan bahwa negara sedang mengambil kembali kendalinya,” pungkas Amir. *man