Dekan Fakultas Dakwah UPTQ Dr. Topikurohman MA membuka Seminar Nasional bertajuk “Political Communication Ethics in Pressure Groups: WALHI’s Campaign to Defend Rempang”, Kamis (29/1/2026), di kampus UPTQ Jakarta. *Ist
Jakarta, RIC — Sebanyak empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas PTIQ (UPTQ) yakni: Khoir Ilmuan, Vani Musyfiqoh, Aufah Syarfilah dan Devi Mariska menorehkan prestasi akademik membanggakan. Lantaran hasil penelitiannya bertajuk “Political Communication Ethics in Pressure Group: Walhi’s Campaign to Depend Rempang” dimuat di Jurnal Mediakita Vol. 10, No. 1 (2026) terindeks Sinta 2.
Keberhasilan tersebut makin sempurna karena dua dari empat mahasiswa tersebut, yakni: Khoir Ilmuan dan Vani Musyfiqoh berhasil mempertahankan karya ilmiahnya di depan Tim Penanggap/Tim Penguji dari Prodi KPI UPTQ yang terdiri dari Dr Muhamad Ibtisam Han dan Wahab Nur Kadri MSos pada Kamis (29/1/2026). Dengan keberhasilannya tersebut kedua Tim Penguji tak ragu mengganjar Khoir dan Vani dengan predikat cumlaude.
Pada acara ujian akhir (munaqosyah) yang sekaligus dikemas sebagai Seminar Nasional, Khoir Ilmuan dan Vani Musyfiqoh mengatakan, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memahami strategi dan praktik etika yang diterapkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nasional dalam menavigasi isu sensitif dan rawan konflik ini.
Dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif dan paradigma kritis, penelitian ini mengungkapkan bahwa WALHI Nasional menerapkan lima strategi inti dalam advokasinya: melakukan penilaian (assessing), melindungi (protecting), mendorong atau mempromosikan (promoting), mendidik (educating) dan mendampingi masyarakat (supporting). Strategi-strategi tersebut menurut Khoir dan Vani, sejalan dengan prinsip-prinsip etika komunikasi politik yang dikemukakan oleh Karl R. Wallace dan Sidney Hook.
Temuan penelitian menunjukkan, WALHI Nasional sebagai infrastruktur politik menganut praktik komunikasi yang etis, menekankan transparansi dan pemberdayaan masyarakat. Sebaliknya, suprastruktur politik, yang diwakili oleh pemerintah, tampak mengabaikan pertimbangan etika dalam pendekatannya, sehingga memperparah ketegangan dan konflik. “Kesenjangan ini menegaskan pentingnya komunikasi yang etis dalam menangani isu-isu sensitif dan dalam membangun pemahaman bersama di antara para pemangku kepentingan,” ungkap keduanya.

Dekan Fakultas Dakwah UPTQ Dr Topikurohman MA memberikan apresiasi tinggi kepada tim peneliti, khususnya Khoir dan Vani. Seraya memuji prestasi yang ditorehkan mahasiswa KPI tersebut sangat membanggakan karena belum tentu bisa diraih oleh semua mahasiswa. Selain bisa menjadi rekognisi dari mahasiswa sebagai pembicara dengan dosen menjadi penanggapnya, publikasi ilmiah di Jurnal terindeks Sinta 2 mempunyai nilai tinggi, baik untuk keperluan studi lanjutan (S2) maupun sebagai portofolio di dunia kerja.
Sementara Ketua Prodi KPI UPTQ Achmad Fachrudin berharap, prestasi yang ditorehkan oleh Khoir Ilmuwan dan kawan-kawannya memicu dan menstimulus mahasiswa lainnya untuk bisa melakukan hal yang sama. “Memang tidak mudah membuat karya ilmiah yang bisa dimuat di Jurnal Sinta 2. Namun demikian, tidak mudah bukan berarti tidak bisa ditembus. Dan Khoir dan kawan-kawannya sudah membuktikannya,” ujar Achmad Fachrudin, yang biasa disapa Abah. *ril/man