Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah. *dok/ric
Jakarta, RIC – Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah memetakan arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam periode lima tahun ke depan ke dalam empat tahap strategis, mulai dari manuver global hingga persiapan suksesi menuju Pilpres 2029.
Menurut Amir, fase pertama berlangsung sejak awal pemerintahan hingga April 2026 atau sekitar 1,5 tahun pertama. Pada tahap ini, Prabowo dinilai fokus membangun posisi Indonesia di panggung global, termasuk melalui diplomasi aktif dengan berbagai negara.
Ia menyoroti langkah Prabowo yang aktif berkeliling dunia dan keterlibatannya dalam forum internasional seperti Board of Peace (BoP), yang disebut sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian di Gaza, Palestina. Meski menuai kritik, Amir menilai langkah tersebut sebagai strategi meningkatkan posisi tawar Indonesia.
“Prabowo bahkan tidak bersedia membayar iuran sebesar Rp17 triliun untuk BoP. Itu menunjukkan Indonesia tidak berada dalam posisi lemah,” ungkap Amir kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Langkah Strategis
Dalam konteks geopolitik, Prabowo juga disebut mengambil sikap hati-hati dalam konflik Iran dan Israel. Indonesia, kata Amir, tidak masuk dalam pusaran konflik, meskipun Iran didukung kekuatan besar seperti Cina dan Rusia.
Namun demikian, komunikasi intelijen tetap dijalankan. Ia menyebut adanya kerja sama antara Indonesia dan Cina, termasuk dengan Badan Intelijen Negara serta kedatangan armada Pasifik Rusia di Tanjung Priok sebagai bagian dari dinamika tersebut.
Amir juga mengaitkan keterlibatan Prabowo dalam BoP sebagai langkah strategis di luar mekanisme formal PBB, yang dinilai dapat menghindari penggunaan hak veto oleh negara besar seperti Amerika Serikat, yang saat ini dipimpin Donald Trump.
Isu Domestik
Memasuki tahap kedua, yakni 1,5 tahun berikutnya, fokus pemerintahan disebut bergeser ke dalam negeri. Prabowo dinilai akan menekankan mandat rakyat dan kepentingan nasional, termasuk penyelesaian berbagai isu domestik.
Beberapa agenda yang disebut antara lain reformasi Kepolisian, penyelesaian kasus-kasus korupsi yang tertunda sejak era Megawati Soekarnoputri hingga Joko Widodo, serta penuntasan polemik yang berkembang di ruang publik.
Tahap ketiga, lanjut Amir, merupakan fase finalisasi pembangunan menuju visi Indonesia Emas. Pada periode ini, fondasi kebijakan dan pembangunan akan diperkuat untuk memastikan kesinambungan program strategis nasional.
“Di fase ini juga mulai terlihat arah dukungan terhadap kemungkinan dua periode kepemimpinan Prabowo,” jelasnya.
Sementara itu, tahap terakhir selama enam bulan menjelang akhir masa jabatan akan difokuskan pada persiapan politik menuju Pemilu Presiden 2029. Partai Gerindra disebut akan memainkan peran kunci dalam menyiapkan kader terbaik sebagai penerus kepemimpinan nasional.
Amir menegaskan secara konstitusi, Prabowo tidak dapat menjabat lebih dari dua periode. Oleh karena itu, strategi kaderisasi menjadi krusial untuk menjaga kesinambungan kekuasaan.
“Gerindra harus menyiapkan figur terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan nasional ke depan,” tandas Amir. *man