Gedung Balaikota Jakarta. *ist
JAKARTA Kota Global. Narasi ini sering sekali terdengar. Juga sering bergaung dan bergema saat rapat komisi-komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta bersama eksekutif selaku mitra kerja.
Jakarta Kota Global, posisinya masih jauh dari 10 besar Kota Global dunia. Jakarta masih berada di posisi 71 dari 165 Kota Global dunia. Meski demikian, Jakarta tidak putus asa. Jakarta terus berupaya keras. Tidak muluk-muluk, tahun 2030 masuk 50 besar Kota Global dunia.
Untuk mencapai 50 besar Kota Global, eksekutif tidak bisa berjalan sendiri, harus bergandengan tangan dengan DPRD DKI Jakarta. Begitu pula, para wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta, harus bersama eksekutif untuk maju mewujudkan Jakarta masuk 50 besar Kota Global dunia, Jakarta lebih baik dan maju.
Untuk itu, eksekutif dan legislatif bisa membentuk tim. Tim yang anggotanya terdiri dari eksekutif dan legislatif. Tim ini dibentuk melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta karena butuh waktu tidak lama untuk membuat Pergub.
Tim ini, secara bersama membuat rencana dan program. Tim ini yang akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kota-kota yang masuk 10 besar Kota Global dunia.
Tim bisa menetapkan apa yang mau dipelajari dari kota-kora itu dalam upaya membangun Jakarta mencapai 50 besar Kota Global dunia.
Tim tinggal menetap apa yang mau dipelajari dan kota mana dari 10 Kota Global dunia, yang ingin dikunjungi atau didatangi sesuai dengan program yang akan dilaksanakan.
Menjadi aneh kalau bicara Kota Global tetapi belajarnya ke daerah-daerah. Bicara Jakarta harus lebih baik dan lebih maju tetapi datangnya ke daerah-daerah, yang tidak banyak memberi nilai tambah. Karena itu, kalau mau serius dan ingin Jakarta maju dan berkembang kunker ke luar negeri dengan rencana dan program jelas. Tinggalkan kunker ke daerah!
Untuk diketahui, 10 Kota Global dunia dengan kelebihannya. Kota yang dikategorikan sebagai 10 Kota Global dunia karena pengaruh ekonomi, budaya dan teknologi.
Kota-kota ini mendominasi laporan Kota Global 2025 Kerney sebagai pusat konektivitas serta index Kota Global 2025 sebagai pusat keuangan utama dunia.
1. New York (Amerika Serikat), sebagai pusat keuangan, budaya dan teknologi dunia.
2. London (Inggris), pusat keuangan global terkemuka dan pusat budaya.
3. Paris (Perancis), pusat mode, pariwisata, budaya dan ekonomi.
4.Tokyo (Jepang), pusat manufaktur, ekonomi dan teknologi sangat padat.
5. Singapura (Singapura), hubungan keuangan dan perdagangan Asia yang unggul dalam konektivitas.
6. Hongkong (Tiongkok), pusat keuangan internasional utama.
7. Beijing (Tiongkok), pusat pemerintahan dan ekonomi yang pesat pertumbuhannya.
8. Los Angeles (Amerika Serikat), pusat industri hiburan, media dan perdagangan.
9. Seoul (Korea Selatan), kota industri, teknologi dan pusat bisnis utama di Asia Timur.
10. Shanghai (Tiongkok), hubungan dagang dan keuangan yang dominan.
Selain itu, bila dewan atau wakil rakyat mau Jakarta lebih baik dan lebih maju, para wakil rakyat bisa belajar atau kunker ke luar negeri, misalnya, Singapura tentang pengolahan sampah dan reklamasi. Hongkong tentang reklamasi, Belanda tentang penanganan banjir.
Bogota, tempat awal studi busway, bisa belajar tentang transportasi. Bisa mempelajari, apa ada yang kurang pas penerapannya di Jakarta sehingga macet tidak berkesudahan.
Thailand mungkin tentang penataan pedagang kaki lima dan berbagai kota lain, seperti Beijing, Shanghai, New York dan Seoul. Tinggalkan kunker ke daerah – daerah.
Dewan pun dalam kunker ini bisa bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari di negara yang dituju.
Bila ini dilakukan secara baik dan terencana, program jelas, maka tidak muluk-muluk bermimpi, Jakarta akan lebih baik dan tertata. Dan, anggaran yang digunakan pun benar-benar memberi nilai lebih. Jakarta lebih baik, berkembang dan maju. Semoga. *
*andreas, pemimpin redaksi realitasindonesia.com