Josephine Simanjuntak: PSI dorong Pemprov DKI serius tangani sampah, mulai dari edukasi, pemilahan hingga daur ulang sampah. *Ist
Jakarta, RIC — Menanggapi isu sampah yang semakin pelik di ibukota, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Terkait dengan itu, Josephine menekankan pentingnya edukasi pemilahan dan daur ulang sampah kepada masyarakat.
“Pemprov DKI Jakarta harus menggerakan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi isu sampah yang sedang kita hadapi sekarang. Salah satunya, Pemprov DKI perlu mengencarkan edukasi kepada masyarakat untuk menyadarkan betapa peliknya isu sampah ini di Jakarta. Sehingga, warga juga harus diajak terlibat dengan cara melakukan pemilahan dan daur ulang sampah,” ujar Josephine .
Josephine juga membicarakan Usaha-usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang pengolahan sampah yang perlu mendapatkan pendampingan dan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta,
“Bahkan, sekarang ini ada warga kita yang sebenarnya sudah kreatif dalam menangani isu sampah di Jakarta. Bukan cuma sekadar membersihkan sampah, tapi sampah-sampah itu juga didaur ulang menjadi barang-barang lainnya, sehingga punya manfaat perekonomian,” sambungnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Jakarta menghasilkan sekitar 9 ribu ton sampah setiap hari per tahun 2025.
Di mana, Jakarta memiliki 2.867 fasilitas bank sampah, tetapi hanya 421 fasilitas komposting dan 8 fasilitas produk kreatif lainnya.
“Pengusaha-pengusaha seperti itu lah yang perlu mendapatkan dukungan dari Pemprov DKI. Dimulai dari pendampingan-pendampingan bagi warga yang tertarik untuk memulai usahanya sendiri, sampai dengan kemudahan birokrasi serta bantuan-bantuan teknis lainnya ketika sudah berjalan,” kata Josephine lagi.
Kali ini, Josephine mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk menyusun dan melaksanakan sistem pengolahan sampah yang efektif bersama dengan masyarakat. “Perlu ada keseriusan dari Pemprov DKI sekarang. Mau sampai kapan lagi kita kewalahan menghadapi permasalahan ini,” imbuhnya.
“Bahkan lebih daripada itu, saya harap DPRD dengan membentuk Pansus (Panitia Khusus) LH bisa menerapkan sanksi terhadap warga-warga yang tidak terlibat dalam pemilahan sampah rumah tangga,” ujar Josephine.
Bukan hanya menyasar kepada warga, Josephine juga menegaskan bahwa petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum alias Pasukan Oranye menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, termasuk untuk memberikan contoh yang bisa ditiru oleh masyarakat.
“Dan para petugas kebersihan dari tingkat dinas sampai PPSU yang tidak melakukan tugas-tugasnya dengan baik untuk cepat dievaluasi dan berikan tindakan tegas,” pungkas Josephine. (sep/man)