Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan terbatas dengan Satgas Pemulihan Pasca-bencana Sumatera yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad di kediaman resmi Presiden di Kompleks Widya Chandra, Jum''at (2/1/2026). *Foto: Setneg
Jakarta, RIC — Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan terbatas dengan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad, di kediaman Presiden Kompleks Widya Chandra, Jum’at (2/1/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pemulihan pasca bencana Sumatera dan Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan Sufmi Dasco yang juga Wakil Ketua DPR RI terkait proses rekonstruksi dan rehabilitasi di tiga provinsi di Sumatra. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Terkait hal tersebut, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai, laporan Dasco tidak sekadar bersifat teknis kebencanaan, melainkan menjadi raw material penting bagi penguatan kinerja kelembagaan DPR RI ke depan.
“Ini sinyal kuat bahwa tahun 2026 akan menjadi fase operasionalisasi dan aktualisasi fungsi-fungsi DPR RI secara lebih nyata. Kinerja Satgas Pascabencana Sumatra yang dipimpin Prof. Sufmi Dasco Ahmad dijadikan model kerja,” ungkap Amir Hamzah, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Amir, keberhasilan dan pola kerja Satgas tersebut berpotensi dikembangkan menjadi beberapa satuan tugas strategis DPR RI untuk mendukung langsung agenda besar Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut sedikitnya ada empat fokus utama yang dapat dijalankan melalui mekanisme satgas DPR.
“Pertama, satgas pemberantasan korupsi. Kedua, perang terhadap oligarki. Ketiga, perlindungan dan penertiban kawasan hutan. Keempat, satgas penegakan kedaulatan negara,” tegasnya.
Posisi Sufmi Dasco Ahmad menjadi sangat strategis karena mampu menjembatani fungsi legislatif DPR dengan kebutuhan kebijakan eksekutif Presiden. Dalam konteks ini, DPR tidak hanya berperan sebagai pembuat undang-undang, tetapi juga sebagai pengawas aktif atas isu-isu strategis nasional.
“Dalam kinerjanya nanti, DPR dapat memaksimalkan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan dari berbagai pihak terkait persoalan korupsi, penguasaan sumber daya oleh oligarki, kerusakan hutan, hingga ancaman terhadap kedaulatan negara,” jelas Amir.
Amir menambahkan, model kerja Dasco melalui Satgas Pascabencana menunjukkan DPR bisa bekerja cepat, terukur dan berbasis lapangan. Pola ini dinilai sejalan dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menekankan hasil nyata dan ketegasan dalam pengambilan kebijakan.
“Kalau ini dikembangkan, maka peran Dasco bukan hanya sebagai pimpinan DPR, tetapi juga sebagai arsitek penguatan fungsi pengawasan DPR yang selaras dengan visi Presiden,” pungkas Amir Hamzah. *man