Foto dari kiri ke kanan: Satrio Jati Wiguna, M. Zikri Ardani dan Muhammad Rafa Najwan. *Ist
Jakarta, RIC — Tiga orang mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta masing-masing Satrio Jati Wiguna dan M. Zikri Ardani dari Fakultas Dakwah serta Muhammad Rafa Najwan dari Fakultas Syariah, berhasil meraih juara kedua lomba pidato tiga Bahasa Tingkat Nasional pada Ajang Kreativitas, Sportivitas dan Inovasi (AKSI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi, 1-4 Desember 2025.
M. Zikri Ardani adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Islam (KPI), Satrio Jati Wiguna Prodi Manajemen Dakwah (MD) dan Muhammad Rafa Najwan dari Prodi Al-Ahwal al-Syakhsyiyyah (Hukum Keluarga Islam). Sementara untuk pemenang pertama dan ketiga diraih mahasiswa IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Riau.
Ketiga mahasiswa dari Universitas PTIQ tersebut berhasil meraih juara kedua setelah pada babak final menyisihkan enam tim yang masing-masing tim beranggotakan sebanyak tiga orang. Peserta AKSI umumnya berasal dari IAIN/UIN se-Kalimantan, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Atas prestasinya tersebut, ketiga mahasiswa Universitas PTIQ beroleh piagam penghargaan, sertifikat dan uang sebesar Rp1,5 juta.
Sebelum maju ke final, ketiga mahasiswa Universitas PTIQ lolos dari babak penyisihan yang diikuti puluhan tim. Di babak penyisihan masing-masing peserta mengirimkan video pidatonya secara online. Kemudian oleh tim juri, video tersebut dilakukan penilaian terkait isi, audio, visual, gaya, intonasi dan sebagainya.
M. Zikri Ardani bersama dua rekan satu timnya mengusung tema pidato “Zikir sebagai Penguat Spiritual di Era Digital”. Pesan yang hendak disampaikan melalui tema itu bahwa zikir tidak hanya melalui membaca kalimat tauhid, namun bisa juga melalui menonton Youtube, Tiktok, Facebook dan sebagainya. Dengan demikian, ujar mahasiswa Semester 3 KPI tersebut, teknologi digital bermanfaat bagi peningkatan religiusitas dan spiritualitas, selain ada mudharatnya.
Ditanya tentang kiatnya dapat merebut peringkat dua Lomba AKSI, Zikri mengatakan, tidak mempunyai kiat khusus. Ia bersama rekannya hanya melakukan sesi latihan intensif sekitar 3-4 kali jelang final. Ia juga mengaku tidak kesulitan mengikuti lomba karena ia dan dua rekannya sudah terbiasa berceramah/berpidato. Dengan keberhasilannya tersebut, ke depannya Zikri mengatakan akan lebih meningkatkan soft skill dan kompetensi di bidang public speaking. (abah/man)