Sekretaris Jenderal DPP KNPI Guntur Setiawan SH MM, mendukung penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi mantan Presiden Soeharto. *ist
Jakarta, RIC — Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali merenungi makna perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Bukan sekadar seremoni tahunan, Hari Pahlawan adalah ruang refleksi untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan nasionalisme yang diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan.
Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November, Sekretaris Jenderal DPP KNPI Guntur Setiawan SH MM menyampaikan dukungan agar Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Soeharto serta Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.
Menurut Guntur, kedua tokoh tersebut memiliki jasa besar dalam membangun pondasi ekonomi dan stabilitas nasional pasca kemerdekaan. Soeharto dikenal berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sementara Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo dikenal sebagai ekonom dan pemikir bangsa yang melahirkan banyak kebijakan fundamental dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
“Momentum Hari Pahlawan ini seharusnya menjadi saat yang tepat untuk memberikan penghargaan tertinggi kepada tokoh-tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi negara,” tegas Guntur.
Bagi Guntur, Peringatan Hari Pahlawan momen untuk “membangun kesadaran baru” tentang tanggung jawab generasi muda dalam menjaga marwah bangsa. “Menjadi pahlawan hari ini bukan lagi berjuang dengan senjata, tapi dengan pikiran, moral dan keberanian bersikap untuk menegakkan kebenaran,” tambahnya.
KNPI menilai pemberian gelar pahlawan kepada kedua tokoh ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat generasi muda untuk meneladani semangat pengabdian dan kerja keras dalam membangun bangsa. Ia menutup dengan ajakan agar pemuda kembali pada nilai-nilai perjuangan yang sejati: keberanian, kejujuran dan pengabdian. (A.oNe)