Badan Kesatuan Bangsa & Politik. *ist
Jakarta, RIC – Tahapan Seleksi FKDM tingkat Provinsi dan Kota se – DKI Jakarta telah selesai tahapan wawancara. Sebelumnya, para pelamar wajib mengikuti Test CAT yang diselenggarakan di Balaikota Jakarta mulai 19 s.d 21 Agustus 2025.
Rekrutmen keanggotaan FKDM menjadi barang yang seksi. Diawali dengan berapa kali mundurnya jadwal tahapan seleksi hingga pergantian Panitia Tim Seleksi. Malah dari perubahan Panitia seleksi diduduki para politisi partai (caleg gagal).
Menjadi catatan keberadaan FKDM di Jakarta sangat membutuhkan orang yang benar-benar berintegritas. Apalagi derasnya arus globalisasi menjadikan Jakarta rentan dari ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) Kamtibmas.
Untuk itu sangat diperlukan Panitia Seleksi FKDM di Jakarta yang benar-benar netral dari kepentingan apapun dan harus bisa mencermati para calon kandidat FKDM, baik calon FKDM DKI maupun calon FKDM wilayah.
Menurut informasi yang berkembang, perekrutan FKDM jangan sampai ada kepentingan maupun KKN karena ada salah satu Calon FKDM DKI berinisial A.Rzk dan Calon FKDM wilayah sebagai keluarga atau keponakan dan dekat dengan salah satu Pansel DKI. Jadi masyarakat berharap Pansel harus benar-benar netral dan jangan sampai ada istilah: aktif kerja di Ormas ambil honornya di FKDM. Ini jangan lagi terulang kembali. Diharapkan Kesbangpol DKI dan Gubernur Pramono dapat menyikapi suara – suara masyarakat tersebut.
Tak hanya soal dugaan KKN, tapi masih ada indikasi calon FKDM merupakan pelakor dan pebinor. Ada juga calon yang terindikasi sudah 2 sampai 3 kali berturut – turut menjabat FKDM di era periode sebelumnya pun masih ada yang diloloskan di FKDM DKI maupun wilayah, Pansel harus bisa tegas dengan aturan yang dibuatnya terkait hal tersebut.
Masyarakat pun mendapatkan kabar ada calon FKDM wilayah yang saat mendaftar, yang lolos masuk test wawancara FKDM ada calon yang saat ini aktif di LMK dan pebinor. Untuk masalah ini pansel bisa bersikap netral. Apalagi setelah aksi besar – besaran kemarin itu dibutuhkan anggota FKDM yang benar – benar bisa membantu pemerintah yang bisa membaca situasi di lapangan serta bisa melaksanakan sesuai tupoksinya jangan cuma asal nama masuk tapi tidak bisa membantu pemerintah dalam memberikan masukan dan saran terkait apa bila ada masalah yang terjadi di lapangan. (ai)