Pandawa Lima: Dari Kiri ke Kanan: Rico Sinaga (Amarta), Sugiyanto (Katar), Amir Hamzah (McWE), Tom Pasaribu (JPW/KP3-I) dan Syaiful Jihad (Humanika). *Kirman/ric
Jakarta, RIC – Bagi Anda para pengemar komik wayang karya RA Kosasih tentu tidak lupa cerita Hastina dan Amarta, Kurawa dan Pandawa.
Dalam era kekinian, usai Pilkada DKI Jakarta dan menempatkan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, tersiar kabar tak sedap. Kini, banyak orang – orang di sekeliling Pram – Dul, ditengarai dengan sebutan Kurawa “merajai” Balai Kota.
Namun hingga menjelang setahun kepemimpinan Pram – Dul, Pandawa belum juga menampakan jati dirinya.
“Sebenarnya, saat kita ngopi dengan seorang pejabat Pemprov DKI, ia menyebut soal Pandawa Lima. Dari pejabat ini ada keinginan agar Pandawa Lima aktif kembali. Dia mempertanyakan kenapa Pandawa Lima tidak berkontribusi kepada Gubernur Pram?,” ungkap Rico Sinaga (Amarta dan Ketua FKDM), saat reuni dengan para punggawa Pandawa Lima, Kamis (7/8/2025).
Punggawa Pandawa Lima antara lain: Amir Hamzah (McWE), Rico Sinaga (Amarta), Tom Pasaribu (JPW/KP3-I), Sugiyanto (Katar) dan Syaiful Jihad (Humanika).
Anda, para pejabat yang mengalami masa kepemimpinan mantan Gubernur Sutiyoso dan Fauzi Bowo, tentu masih ingat kelompok aktivis Pandawa Lima.
Kiprah kelima aktivis ini cukup mewarnai kebijakan – kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Sebagaimana diceritakan Tom Pasaribu diantaranya soal pembatasan jam operasional truk, pelibatan KPK dalam pembahasan APBD, terpilihnya Edy Waluyo dari Fraksi ABRI sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, menempatkan Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur dari Gubernur Sutiyoso dan Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Kini, Pandawa Lima diminta berkiprah kembali ikut mewarnai masa kepemimpinan Pramono Anung – Rano Karno.
“Untuk itu kami berkumpul, bereuni, untuk mengaktivasi kembali Pandawa Lima,” ujar tokoh LSM Amir Hamzah, kepada wartawan.
Kiprah Pandawa Lima kedepan, lanjut Amir, tidak hanya soal Jakarta tapi juga nasional.
Kiprah kembali Pandawa Lima juga karena persoalan yang berkembang akhir – akhir ini yakni soal penempatan pejabat yang amburadul. Like and dislike. Kondisi cukup mengkhawatirkan.
Sadar tidak sadar, para komisaris yang diangkat Pram, merupakan pukulan keras kepada Prabowo karena mereka meraka ini orang – orangnya mantan Presiden Jokowi. Ada kaitannya dengan pemilihan Sekda DKI.
Dalam kesempatan itu juga mencuat cerita bagaimana kiprah masing – masing punggawa Pandawa Lima dalam beberapa Pilkada dan Pilpres. Secara fisik mereka tidak menyatu dalam tim sukses masing – masing pasangan. Mereka tidak menyatu dalam Pandawa Lima tapi aksi pribadi – pribadi nyata adanya.
Diakui pada punggawa, selama ini cukup lama vakum dalam mengkritisi dan berkontribusi bagi pembangunan Jakarta. *man