Focus Group Discussion (FGD), upaya pencegahan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bimbingan teknis keluarga berintegritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda DKI Jakarta, dengan tema "Gerakan Membangun Budaya Berintegritas bagi ASN dan BUMD, Selasa (5/11/2024). /Ist
Jakarta, RIC – Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta terus berkomitmen melakukan berbagai upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemda maupun di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
Sebagai bukti berbagai upaya yang dilakukan secara terus menerus dalam mencegah korupsi, Pemda DKI Jakarta memperoleh skor Monitoring Center Prevention (MCP) dari KPK di tahun 2023 sebesar 97,35 persen dan ini menempatkan DKI Jakarta dalam zona hijau atau zona tertinggi.
Hal ini dikemukakan Inspektur DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat dalan acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD), upaya pencegahan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bimbingan teknis keluarga berintegritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda DKI Jakarta, dengan tema “Gerakan Membangun Budaya Berintegritas bagi ASN dan BUMD Menuju Jakarta Kota Global”, Selasa (5/11/2024), di Hotel Grand Sahid Jaya.
Hadir dakan acara itu, antara lain: PJ Gubernur Teguh Setyabudi, Sekda DKI Jakarta Joko Agus Setyono, Asisten Pemerintahan Sigit Wijatmoko, Ketua BPKD Michael Rolandi Cesnata Brata dan Direktur Koordinator dan Supervisi KPK Wilayah II, Brigjen Bahtiar Ujang Purnama serta pimpinan Direksi BUMD dan ASN.
Syaefulloh menambahkan, selain memperoleh skor 97,35 persen, berdasarkan hasil survei penilaian integritas yang dilakukan KPK menunjukkan Indeks integritas DKI dengan skor 76,96, berada di atas rata-rata nasional yakni 71,00.
Tidak hanya itu. Menurut Syaefulloh, jika menunjuk pada Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) yang dilakukan BPKP dengan skor 3,29 ini menempatkan DKI sebagai Pemda dengan perolehan nilai tertinggi IEPK.
Meski memperoleh berbagai Indeks bagus, terasa belum cukup. Karena itu upaya pencegahan korupsi terus dilakukan agar nilai-nilai berintegritas dan anti korupsi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan dan perilaku keseharian.
Untuk itu, tambah Syaefulloh, Pemda DKI Jakarta bekerjasama dengan KPK melaksanakan dua kegiatan, yakni Focus Group Discussion (FGD) peningkatan tata kelola (Good Coorporate Governance) dan pencegahan korupsi di BUMD serta bimbingan teknis membangun keluarga berintegritas dengan tema “Gerakan membangun Budaya Berintegritas menuju Jakarta Global”.
Kegiatan FGD peningkatan tata kelola dan pencegahan korupsi di BUMD dilaksanakan dengan tujuan mendorong efektivitas kinerja BUMD sesuai prinsip dan tata kelola perusahaan yang baik serta upaya pencegahan korupsi di lingkungan BUMD.
FGD ini Dihadiri dan diikuti para direksi, komisaris, dewan pengawas, para kepala satuan pengawas internal dan kepala divisi BUMD. Melalui pelaksanaan FGD bisa menghasilkan rencana aksi peningkatan kinerja dan upaya pencegahan korupsi.
Sedang kegiatan bimbingan teknis membangun keluarga berintegritas untuk menumbuhkan sikap berintegritas dan budaya anti korupsi di mulai dari lingkungan terkecil, keluarga di rumah, kantor dan masyarakat. (as)