Jakarta, RIC – Ariza Patria, kader Gerindra yang diusung untuk bertarung sebagai calon Walikota Tangerang Selatan menyatakan mundur. Keputusan tersebut disayangkan berbagai pihak.
“Mestinya sebagai kader Gerindra dan loyalis Prabowo Ariza jangan mundur dari pencalonannya sebagai calon walikota Tangsel. Sebagai pengamat dari luar saya melihat bahkan ikut memuji kinerja penataan teritorial yang berkaitan dengan eksistensi dan kinerja Partai Gerindra di DKI Jakarta bersama seluruh struktur dan komponen pendukungnya di kawasan Jabodetabek,” ungkap Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah, menyikapi keputusan Ariza Patria tersebut, Rabu (28/8/2024).
Proses penataan yang dilakukan oleh Prabowo ini, lanjut Amir, tentu berkaitan dengan kewajiban bakti yang harus dia (Prabowo) berikan kepada bangsa dan negara ini mulai 20 Oktober mendatang.
Apa yang sedang dilakukan Prabowo itu yang harus dipahami seluruh kader Gerindra khususnya Ariza Patria. Sebagai salah satu kader utama -Ariza- adalah untuk menjadikan Jakarta dan kawasan Jabodetabek sebagai basis pembentukan stabilitas nasional untuk mendukung penataan pemerintahan dan pembangunan nasional dibawah kepemimpinan Prabowo untuk masa lima tahun mendatang.
Menurut Amir, realitas seperti inilah yang harus dipahami Ariza yang apabila dia terpilih sebagai Walikota Tangsel maka dia akan merupakan salah satu kader utama Gerindra yang akan ikut memberikan kontribusi bagi pembentukan stabilitas nasional.
Untuk mensukseskan periode bakti dan bela negara yang akan diabdikan kepada bangsa negara oleh Prabowo untuk lima tahun mendatang.
“Oleh karena itu, sebaiknya Ariza tetap melaksanakan keputusan partainya untuk maju sebagai walikota Tangsel karena kemundurannya bisa menimbulkan cacat terhadap strategi penataan yang sedang dilakukan Prabowo Subianto. Jika Ariza tetap mundur, ia telah menunjukan perilaku politik yang tidak elok,” tandas Amir. *man