Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. *Ist
Jakarta, RIC – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pejabat yang memegang Proyek Revitalisasi Dermaga atau Pelabuhan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu yang diduga tendernya bodong sudah digeser atau dipindahkan. Sedang proyek revitalisasi dermaga terus berjalan dan berproses.
Hal ini ditegaskan Syafrin kepada realitasindonesia.com, Kamis (8/8/2024), di Gedung DPRD DKI Jakarta, sehubungan adanya dugaan proyek revitalisasi dermaga atau pelabuhan di Pulau Pramuka yang diduga bodong tendernya. “Sejak ada masalah, orangnya langsung kita geser. Sementara proyeknya terus berjalan, terus berproses. Penyelesaian proyek terus berlangsung,” kata Syafrin.
Untuk diketahui, Fraksi PAN dalam pandangan umum di Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/8/202), tentang Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024 – 2044 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 antara lain, menyoroti tender Proyek Revitalisasi Dermaga di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu.
Dikatakan Fraksi PAN, proyek revitalisasi dermaga di Pulau Pramuka senilai Rp 26,8 miliar terdaftar di Kegiatan Strategis Daerah (KSD) 2019. Tender proyek revitalisasi dermaga yang diduga bodong itu dimenangkan PT MMA.
Dalam pelaksanaan, PT MMA tidak mampu melaksanakan dengan baik. Hanya bisa mengerjakan 15 buah tiang pancang untuk sandaran kapal. Karena tidak terlaksana dengan baik maka pada 17 Mei 2023 ditender ulang dan dimenangkan PT AMS. Proyek ini pun belum dilaksanakan dengan baik.
Menurut Fraksi PAN, proyek revitalisasi dermaga sebenarnya bukan hanya di Pulau Pramuka tetapi ada juga di Pulau Kelapa. Permasalahannya sama. Tender diduga bodong dan hanya merugikan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. (as)